Page 1
Standard

3 Cara Move On

Perjalanan hidup ini seperti berpetualang, dalam arti, dalam proses berpetualang ini banyak menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan, mengalami ketidakpastian, tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan, dll. Bagi seorang petualang, mengalami dan menemui kondisi-kondisi seperti ini mereka tidak akan berhenti berpetualang hanya karena kondisi ini. Namun bagi sebagian orang pengalaman-pengalaman yang disebutkan diatas membuat mereka berhenti melakukan apa yang sedang mereka lakukan, tidak lagi mengupayakan apa yang perlu diupayakan, bahkan sampai pada kondisi trauma terhadap pengalaman yang dialami dan menjadi tidak mau mencobanya lagi di masa depan. Continue Reading →

Standard

3 Langkah untuk Percaya Diri

Kepercayaan pada diri menjadi issue yang menggangu aktivitas saya selama beberapa tahun, bahkan sampai saya telah belajar tentang NLP, Coaching dan juga telah menjadi Trainer, saya masih punya persoalan untuk percaya terhadap diri saya sendiri. Efek dari ketidakpercayaan terhadap diri saya menyebabkan saya tidak mampu perform dan optimal dalam menjalankan peran saya di pekerjaan dan kehidupan. Sampai kemudian saya mendapatkan kesadaran dalam obrolan dengan teman-teman saya selama di Surabaya, sehingga pengetahuan yang saya ketahui menjadi sangat berguna bagi saya. Continue Reading →

Standard

3 Penyebab Penderitaan

Penyebab terjadinya sebuah persoalan yang membuat saya menderita dalam kehidupan saya.

Seperti yang sudah banyak diketahui, bahwa dalam kehidupan ini biasanya akan dihadapkan dengan berbagai persoalan-persoalan, baik yang sudah diprediksi maupun yang diluar pengamatan. Persoalan-persoalan yang terjadi ini dapat menjadi penghambat kebahagiaan sehingga menjadi menderita bagi orang-orang tertentu, dan juga persoalan-persoalan yang sedang dialami dapat menjadi kebahagiaan bagi orang-orang tertentu.

Apa penyebab bagi sebagian orang persoalan yang sedang dialami menjadi penderitaan bagi mereka? Ada 3 penyebab utama: Continue Reading →

Standard

3 syarat untuk hidup yang anda mau

saya sebagai manusia, punya kemauan yang mau diwujudkan dalam kehidupan ini, apakah kebutuhan-kebutuhan ini untuk memenuhi kebutuhan bertahan hidup saya, apakah untuk memenuhi kebutuhan merasa aman, kebutuhan untuk merasa dihargai dan dicintai, kebutuhan untuk menghargai dan percaya pada diri sendiri, dan kebutuhan untuk mengaktualkan diri saya dalam kehidupan ini. dalam perjalanan dan pembelajaran yang saya pelajari untuk dapat memenuhi apapun yang saya mau dalam kehidupan ini saya perlu melakukan atau memiliki 3 hal. apa saja? Continue Reading →

Standard

Ketika Diam Adalah Solusinya

Pada satu sesi sharing bersama sebuah komunitas, saya mengutarakan bahwa “tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, kalau tidak percaya coba kita diskusikan apa masalah yang sedang anda hadapi dan merasa tidak ada solusinya?” kemudian ada pertanyaan dari peserta sharing “kalau seseorang di tengah laut dan tinggal bergelantungan di sebatang kayu, apa solusinya?”

Pertanyaan ini sempat membuat saya bingung, dan berkata dalam hati “kena deh ama kesombongan diri.” sampai kemudian ada ucapan dari peserta yang lain. “Diam” begitu jawabnya, yang dilanjutkan dengan “kalau dalam kondisi seperti itu yang paling bijak dilakukan adalah diam dan tidak perlu berusaha berenang, panik, dll. karena dari penelitian yang ada dengan diam kesempatan hidup makin tinggi yang disebabkan energi yang tidak terkuras sehingga kemungkinan bertemu dengan darat dan orang lain menjadi lebih tinggi.”

Jawaban dari peserta tersebut membuat saya merenungkan dan sangat berterima kasih atas jawabannya sehingga saya jadi lebih pintar 1 persoalan lagi. :)

Yang saya renungkan adalah bahwa jawaban tersebut benar, karena diam dapat menjadi solusi dalam persoalan kehidupan kita yang dimana disaat kita merasa sudah tidak punya solusi, tidak punya jawaban, tidak tahu bagaimana lagi. Diam dan hening dan fokus ke nafas dapat menjadi jawaban yang tepat bila anda merasa tidak tahu apa yang perlu dilakukan. hanya kadang-kadang kita tidak merasa nyaman dengan diam, karena kebiasaan yang merasa perlu melakukan sesuatu.

jadi solusi tidak selalu ada sesuatu yang perlu dilakukan, dengan diam pun itu dapat menjadi solusi.

Selamat menikmati diam.

Standard

Hidup Ada Aturannya

Hidup itu ada aturannya.

Untuk dapat selamat di jalanan, perlu mengikuti aturan yang sudah dibuat.

Untuk menjadi anak yang berbakti, ada aturannya.

Untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab, ada aturannya.

Untuk mampu optimal dalam pekerjaan, perlu memahami dan mengikuti aturan yang ada.

Dalam kehidupan ini ada aturan-aturan yang perlu kita tahu, mengerti dan pahami agar kita dapat bermain secara maksimal dan menang dalam permainan kehidupan ini.

Bila Anda mau sukses sebagai orang tua, pengusaha, karyawan, dll, perlu tahu apa aturannya dan lakukanlah secara maksimal aturan tersebut, maka apa yang Anda inginkan dapat terwujud.

Standard

Optimis vs Pesimis

Setiap saat menawarkan kesempatan untuk memulai baru.

– Memulai baru perbuatan yang sebelumnya tidak membuat saya bangga atas perbuatan tersebut.

– Memulai baru sikap yang sebelumnya tidak membuat saya menjadi pribadi dengan sikap yang berkualitas.

– Memulai baru pemikiran-pemikiran yang sebelumnya tidak membuat saya bertindak cerdas.

– Memulai baru tindakan dari kesalahan sebelumnya.

– dll.

Bila memang setiap waktu menawarkan kesempatan baru untuk memulai baru yang dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, bijak, dan berkualitas. Melalui hari dengan sikap optimis menjadi lebih tepat daripada dengan sikap pesimis.

Standard

“demi kebaikan”

Menyalah gunakan kata “demi kebaikan dia/mereka”

Orang tua yang memarahi bahkan sampai memukuli anak dengan maksud “demi kebaikan dia” di masa depan.

Perampok merampok “demi kebaikan dirinya” agar dapat bertahan hidup.

Teroris yang melakukan teror atas agama tertentu menggunakan alasan “demi kebaikan” umat manusia.

Banyak kerusakan yang terjadi karena “demi kebaikan” mereka/saya. Apakah pada saat itu “demi kebaikan” menjadi kebaikan?

Waspadalah dengan alasan “demi kebaikan” anda.