Change

Axes of Change

Satu Model yang menarik dari Meta-Coaching adalah Axes of Change, karena salah satu fungsi seorang coach adalah memfasilitasi perubahan, sehingga perubahan adalah hal yang menarik untuk didalami dan dibahas, karena sehari-hari kita juga perlu memfasilitasi diri sendiri untuk berubah.

Yang menarik bagi saya dari axes of change, adalah pada saat Michael Hall menjelaskan di buku Meta-Coaching Volume 1, bahwa apa yang dimaksud dengan perubahan? Bagaimana perubahan itu dapat terjadi? Di buku tersebut dijelaskan banyak model-model yang membahas tentang perubahan, namun mereka menambahkan ‘berubah’ didalam langkah-langkah yang perlu dilakukan. Bagaimana orang dapat melakukan perubahan bila tidak tahu cara berubah? Apakah hanya dengan mengatakan berubah saja maka seseorang akan langsung berubah? Emang ksatria baja hitam? Continue reading

Receiving Feedback

Receiving Feedback

Seorang Meta-Coach dilatih 7 skill dalam memfasilitasi seseorang, diantara 7 skill utama tersebut antaranya adalah kemampuan Receiving Feedback atau Menerima Masukan.

Bagi saya pribadi kemampuan receiving feedback menjadi salah satu kemampuan yang sangat penting dalam menunjang perkembangan diri saya sebagai seorang coach, trainer maupun sebagai individu. Dan saya selalu haus akan feedback, walau kadang feedback itu menyakitkan. J Continue reading

Evolusi Coaching

EVOLUSI COACHING

Coaching, circ. 1.984

by L. Michael Hall,PhD (diterjemahkan oleh Wahyudi Akbar, ACMC, NS-NLP Trainer)

Sebagai bagian dari studi saya tentang kepemimpinan dan bisnis, saya baru saja membaca sebuah buku klasik – buku karya Tom Peters tahun 1985, A Passion for Excellence: The Leadership Difference. Buku ini mengikuti buku terlarisnya tentang perusahaan hebat, Search for Excellence (1982). Pada saat saya membaca lebih dari 300 halaman, saya tahu bahwa saya akan menggunakan beberapa kutipan tentang “coaching” Lalu di halaman ke Bab 18 dan memiliki sebuah judul, Coaching. Continue reading

Coaching?

Apa yang anda Coach?

disadur dari artikel L.Michael Hall,PhD oleh Wahyudi Akbar (Certified Meta-Coach & Neuro-Semantics NLP Trainer)

Seperti yang telah diketahui – apa yang membuat coaching unik adalah bahwa dalam coaching klienlah yang berperan menjadi seorang ahli bagi dirinya sendiri. Jadi kita coach untuk hasil yang diinginkan oleh klien, bukan kita! Seorang Coach mengumpulkan informasi dari klien tentang apa yang diinginkan oleh klien yang membuka kemungkinan – kemungkinan baru dan potensi dan kemudian mendukung klien dengan memobilisasi sumber daya internal dan eksternal yang memungkinkan klien untuk mencapai tujuan mereka. Melewatkan langkah ini dan maka seorang coach akan memaksakan idenya atau pemikirannya pada klien.  Continue reading

Cara Coaching yang lembut dan kasar?

From: L. Michael Hall

diterjemahkan oleh Wahyudi Akbar (Associated Certified Meta-Coach & Licensed Neuro-Semantics Trainer) dengan bantuan google :)

THE FACILITATIVE COACH

The Ying and Yang of Facilitation

Ketika Anda coach, Anda memfasilitasi. Nah, saya menyatakan kembali bahwa, ketika Anda Meta-Coach, AndaMemfasilitasi. Saya harus membuat penyesuaian itu, seperti yang telah diketahui, karena ada banyak program pelatihan tentang coach yang tidak tahu bahwa inti dari Coaching yang bertentangan dengan konsultasi, pelatihan, terapi, konseling, dll adalah fasilitasi. Tapi di Meta-Coaching kita tahu bedanya dan kita menggunakannya sebagai bagian dari branding kita.

Itu sebabnya Facilitation Model dari Meta-Coaching menjadi sangat penting. Model yang paling akhir untuk dikembangkan, Facilitation Model sebenarnya yang terakhir dari 7 model Meta-Coaching meskipun ini adalah yang paling fundamental dan model yang menjelaskan 7 keterampilan inti dari coaching serta dua lusin tambahan keterampilan coaching lanjutan (advanced coaching skills).  Continue reading

Coaching ? apakah penting?

Kenapa Coaching menjadi begitu Penting?

Apakah anda ingin memulai bisnis menjadi seorang Coach yang berserifikasi Internasional? Apakah anda ingin memiliki tim yang lebih proaktif? Apakah anda ingin membawa kualitas diri dan tim anda ke tingkat berikutnya? Apakah anda siap untuk menjadi coach yang efektif bagi diri anda sendiri, keluaga, klien maupun team anda? Continue reading

Coaching, pengertian dasar dan contohnya.

Coaching, pengertian dasar dan contohnya

Akhir-akhir ini saya sering memikirkan tentang apa  peran coaching secara konkret?

Selain hanya diukur dengan bertanya, karena  apakah saya dapat dilakatakan sedang melakukan  coaching hanya karena saya bertanya?

Tentunya Coaching bukan hanya bertanya, di  Meta-Coaching, ada beberapa keahlian dasar untuk melakukan coaching yaitu: mendengarkan,  supporting, bertanya, inducing states, giving dan receiving feedback. yang berarti bukan diukur dari hanya bertanya, karena semua bidang akan bekerja lebih baik bila banyak bertanya untuk mendapatkan informasi yang jelas sebelum mencari cara/solusi atau menyembuhkan.

belajar coaching

belajar coaching

Kalau gitu bila bukan bertanya yang menjadi tolok ukur, jadi bagaimana saya baru dapat dikatakan sedang melakukan coaching?

Menurut saya suatu proses baru dapat dikatakan proses coaching apabila niat atau tujuannya adalah untuk melatih/membina seseorang atau team untuk mampu mengandalkan diri sendiri, mampu berkreasi, mampu menjadi pemimpin dari dirinya sendiri, mampu mengoptimalkan performanya sendiri, mampu menyadari apa yang melandasi ucapan dan tindakannya dan bagaimana mengolah pikiran dan perasaannya sehingga mampu menghasilkan tindakan dan ucapan yang berdaya, sehingga intention dari coach pada saat proses coaching adalah

It is not about me (the coach) but it is about you (the coachee). Continue reading

Coaching memakai SCORE Model

Coaching memakai SCORE Model

SCORE Model ditemukan oleh Robert Dilts, yang menjadi salah satu pentolan NLP yang bergabung di dalam group study pada awal-awal terbentuknya NLP.

SCORE Model merupakan sebuah model yang sebenarnya tidak hanya dipergunakan untuk Coaching, namun juga dapat dipergunakan untuk problem solving, proses kreatif ataupun untuk theraphy.

Namun di e-book ini saya ingin membahasa SCORE Model untuk dipergunakan dalam NLP Coaching.

Bagi yang ingin mempraktekan coaching akan cocok mempergunakan NLP sebagai basis  ilmu, karena Coaching fokusnya adalah ke depan, ke apa yang ingin dicapai, ke desire state. Dan begitu juga dengan NLP, Robert Dilts dalam salah satu videonya juga mengatakan bahwa NLP berfokus ke apa yang diinginkan atau desire state.

Jadi menurut saya bila orang NLP ingin melakukan Coaching akan sangat cocok mempergunakan SCORE Model.

Ok, apa kepanjangan dari SCORE Model?
Belajar Coaching
S – Symptom
C – Cause
O – Outcome
R – Resources
E – Effects

Karena ada kata “State” saya akan menjelaskan dengan singkat tentang apa definisi dari state.
State – adalah suatu kondisi mental (gampanya adalah kondisi mood/perasaan) yang timbul berdasarkan apa yang kita pikirkan, rasakan dan fisiologi kita.
Di Neuro-Semantics kami mengatakan bahwa kualitas dari hidup anda ditentukan dari  kualitas state anda. Continue reading