Meta Ignoring

Berikut saya forwardkan tulisan dari seorang Meta-Masters Practitioner yang cukup meng-inspirasi. Selamat menikmati :-)
Meta Ignoring
Kita adalah meaning maker. Sejak bangun tidur, berangkat kerja, di tempat kerja sampai kembali tidur  kita membuat makna. Ketika terlambat bangun kita memberi makna, ketika di jalan ada pengendara lain yang tiba-tiba memotong jalan kita, kita memberi makna,  ketika ada orang menatap kita, dan ketika kurang tidur kita memberi makna kepada kurang tidur kita. Bahkan di dalam mimpipun kita membuat makna. Terbukti di dalam mimpi kita bisa merasa takut, senang, enak, penasaran, kecewa, dll, itu karena makna yang  kita berikan. Continue reading

emosi

Emosi-lah yang membuat kita bahagia, sedih, marah, santai, senang, takut, netral, dll. Emosi juga yang membuat kita mau melakukan sesuatu atau tidak. Emosi juga dapat membuat kita sehat atau sakit.

Banyak hal yang dapat emosi lakukan terhadap diri kita, sehingga satu kecerdasan yang sangat penting untuk kita latih adalah kecerdasan kita dalam mengelola emosi.

Agar kita yang mengelola emosi, bukan kita yang dikelola oleh emosi.

LEARNING — A KEY SELF-ACTUALIZATION FACTOR

From: L. Michael Hall, Ph.D.

LEARNING —

A KEY SELF-ACTUALIZATION FACTOR 

 

In 1990, when Peter Senge wrote The Fifth Discipline he was looking to identify a frame or key factor for effective and successful organizations.  He came up with five— which he then categorized as the five disciplines: systemic thinking, personal mastery, mental models, shared vision, and team learning.  Like many before and after him, he knew that organizations had to change from the command-and-control model of authoritarian leadership, from the rigid, hierarchical, and controlling models of the past.  And his solution was to create the learning organization.  For him this meant an organization with people growing, thinking systemically, able to change their mental models, and even learn together through dialogue.  Continue reading

Being Happy

Saya baru mengikuti upacara wisuda di salah satu universitas di luar negri beberapa hari lalu dan memperoleh inspirasi untuk menulis artikel ini. Di awal upacara, Rektor  universitas tersebut mengawali pidatonya dengan mengatakan bahwa ketika merancang pidato untuk upacara wisuda itu, beliau ditawari dengan berbagai pilihan topic. Pilihan pertama, tentang sepakbola yang sedang ramai dibicarakan. Beliau menolak, karena merasa kurang tahu tentang sepakbola ini. Lalu pilihan kedua, tentang kompetisi pasar yang akan dihadapi para alumnus di masa kini. Beliau berpikir dan kemudian menolak lagi, karena beliau yakin para alumni sudah tahu dan mempelajari
betapa kompetitif-nya permintaan pasar saat ini, dan tentunya sudah bersiap siaga menghadapi keadaan ini. Dan yang paling menarik buat saya adalah pilihan ketiga yang akhirnya menjadi topic pidato hari itu, BEING HAPPY. Continue reading

Kenapa perlu belajar neuro-science? Atau cara kerja otak?

Kenapa perlu belajar neuro-science? Atau cara kerja otak?

Kita tahu bahwa bagian utama dari anggota tubuh yang menunjukan kecerdasan kita sebagai manusia adalah otak, dan otak juga menjadi sumber pusat informasi dari berbagai syaraf yang ada di tubuh kita dan kemudian mengirimkan signal kepada seluruh anggota tubuh kita juga. (mohon koreksi bila salah) karena otak kita yang begitu canggih, sehingga bila tidak kita pahami cara kerjanya seringkali kita tertipu oleh otak kita sendiri, bila kita sekarang ini hidup dalam penderitaan, ketidak berdayaan, pesimis, segala situasi yang membuat kita tidak berdaya dan seakan-akan tidak ada solusinya, maka saya percaya bahwa pada saat itu sedang tertipu oleh otak kita.

Belajarlah tentang cara kerja otak dan anda akan mendapatkan benefit yang tak terhingga dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola otak kita.

Sekarang ini informasi sudah sangat banyak tentang cara kerja otak, dan NLP & Neuro-Semantics juga termasuk ilmu yang mempelajari cara kerja otak kita, sehingga kita dapat mengatur dan memilih response yang tepat terhadap situasi tertentu.

Be Aware & Take Charge of Your Brain.

MISUNDERSTANDINGS ABOUT WHAT NLP IS

by L. Michael Hall, PhD 

MISUNDERSTANDINGS ABOUT WHAT NLP IS

In recent Meta Reflections I’ve written about the field of NLP which has brought lots of responses and with them a number of misunderstandings about what this field is all about.  So what is it all about?   For anyone who has read the original documents and followed it from the beginning, there really should not be any question.  But many have not.   So to offer some correction and clarity, here are some misunderstandings about what NLP is about.  Continue reading

Are you Insane?

Definisi ‘Insanity’ menurut Albert Einstein adalah ‘doing the same thing over and over again and expecting different results’ jadi apabila kita mau keluar dari zona kenyamanan kita untuk mendapatkan hasil atau kesuksesan yang lebih baik dari saat ini tentunya diperlukan kebiasaan yang baru, kebiasaan yang berbeda dari yang selama ini kita sudah terbiasa dengan.

4 kebiasaan utama yang perlu kita perhatikan yaitu kebiasaan berpikir kita, kebiasaan merasa kita, kebiasaan berucap kita dan kebiasaan bertindak kita.  Continue reading

Bentuk Kebiasaan Baru

Bentuk Kebiasaan Baru

Dalam buku Timothy Galleway yang berjudul Inner Game of Tennis dikatakan bahwa “kebiasaan adalah masa lalu”.

Apabila anda ingin membentuk kebiasaan baru maka anda perlu membentuk masa lalu yang baru yang berarti pada masa mendatang ( 1 tahun/5 tahun/10 tahun dari sekarang) anda melihat diri anda dan anda puas dengan kebiasaan anda.

“lebih gampang membentuk kebiasaan baru daripada mengubah kebiasaan lama” (inner game of tennis, Timothy Galleway) Continue reading

Meta-Coach Training

Meta-Coach Training

The Meta-Coach System® is a powerful coaching methodology that transcends traditional Performance Coaching, taking Coach and client to higher levels – to Developmental and Transformational Coaching. That is why we call it ‘meta’ meaning a higher level. At these levels profound change occurs naturally and easily. The result is success and transformation. Continue reading

WHY ALL THE KILLING?

Artikel yang ditulis Michael Hall dibawah ini, menjawab pertanyaan yang saya ajukan tadi pagi pas membaca berita di Koran tentang penumpang yang membunuh supir taxi karena uangnya kurang untuk membayar biaya taxi dan merasa malu kalau sampai istrinya tahu kalau dia kurang uang.

Apa yang ada dipikiran penumpang tersebut? Apa yang membuat dia tidak mampu menanggung rasa malu untuk minta maaf dan minjam atau apapun daripada melakukan pembunuhan? Apa yang membuat dia tidak terpikirkan solusi lain selain membunuh? Belum lagi sekarang juga banyak berita bagaimana anak kecil melakukan kekerasan, atau orang yang membunuh karena diputusin pacarnya, dll.

Berita disatu sisi dapat membantu namun bila kita tidak belajar cara menerima dan memilah informasi, ada kemungkinan seakan-akan cara yang disampaikan adalah satu-satunya cara. Continue reading