Coaching, pengertian dasar dan contohnya.

Coaching, pengertian dasar dan contohnya

Akhir-akhir ini saya sering memikirkan tentang apa  peran coaching secara konkret?

Selain hanya diukur dengan bertanya, karena  apakah saya dapat dilakatakan sedang melakukan  coaching hanya karena saya bertanya?

Tentunya Coaching bukan hanya bertanya, di  Meta-Coaching, ada beberapa keahlian dasar untuk melakukan coaching yaitu: mendengarkan,  supporting, bertanya, inducing states, giving dan receiving feedback. yang berarti bukan diukur dari hanya bertanya, karena semua bidang akan bekerja lebih baik bila banyak bertanya untuk mendapatkan informasi yang jelas sebelum mencari cara/solusi atau menyembuhkan.

belajar coaching

belajar coaching

Kalau gitu bila bukan bertanya yang menjadi tolok ukur, jadi bagaimana saya baru dapat dikatakan sedang melakukan coaching?

Menurut saya suatu proses baru dapat dikatakan proses coaching apabila niat atau tujuannya adalah untuk melatih/membina seseorang atau team untuk mampu mengandalkan diri sendiri, mampu berkreasi, mampu menjadi pemimpin dari dirinya sendiri, mampu mengoptimalkan performanya sendiri, mampu menyadari apa yang melandasi ucapan dan tindakannya dan bagaimana mengolah pikiran dan perasaannya sehingga mampu menghasilkan tindakan dan ucapan yang berdaya, sehingga intention dari coach pada saat proses coaching adalah

It is not about me (the coach) but it is about you (the coachee).

Proses coaching yang baik adalah mampu mempersiapkan individu/team yang dibina mampu berkreasi atau mampu menghadapi situasi di lapangan/keadaan yang sebenarnya pada saat coach tidak ada disampingnya.

Sebagai contoh: dalam satu kesebelasan sepak bola, tentunya seorang coach yang baik adalah dia mampu mempersiapkan pemainnya/teamnya sebelum pertandingan yang dimana pada saat pertandingan, coach tidak ada disamping mereka untuk memberi tahu apa yang benar atau salah, namun bagaimana sang coach dapat membina pemain/team nya sebelum pertandingan yang sebenarnya, sehingga pada saat pertandingan pemainnya sudah tau bagaimana mengeluarkan kemampuan yang terbaiknya dan belajar terus dari situasi tersebut dan beradaptasi dengan situasi tersebut sehingga mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang dapat memenangkan teamnya.

Dari proses ini saya mengambil kesimpulan bahwa proses coaching adalah menjadikan kliennya mampu menjadi pemain yang baik, bila coaching yang dilakukan adalah business coaching maka mampu menjadi pemain bisnis yang baik, bila life coaching maka mampu menjadi pemain yang baik dalam kehidupan, dsbnya..

 Kesimpulan:

  • Proses Coaching melibatkan: Listening, Supporting, Questioning, Inducing States, Giving & Receiving Feedback dengan tujuan untuk “explore” (bukan menggali (yang terkesan kedalam saja) namun explore yang dapat keluar atau juga ke dalam) apa yang ingin dikembangkan dari dirinya, apa yang ingin dicapai, apa masalah yang ingin diselesaikan,dll.
  • Hasil dari sebuah Proses Coaching adalah membuat coachee nya mampu berpikir untuk dirinya sendiri, mampu mencari solusi untuk dirinya sendiri, mampu mengenal belief/valuenya yang menghambat maupun yang memberdayakan sehingga tidak ada ketergantungan dengan coach.
  • Karena prinsip dari Coaching adalah it is not about me but it is about you.

Sekian untuk note kali ini.. bila ada kebingungan atau pertanyaan yang muncul setelah membaca note ini, mohon email pertanyaan ke belajarcoaching@gmail.com, sehingga dapat menjadi pembelajaran juga untuk saya dan anda, dan dapat saya tuliskan artikel untuk menjawab kebingungan-kebingungan. :)

Terima Kasih

Salam Belajar Coaching,

 

Wahyudi Akbar

Associated Certified Meta-Coach,  Personal Leadership Coach

 

 

One Response to “ Coaching, pengertian dasar dan contohnya. ”

  1. […] COACHING adalah tentang menciptakan perubahan untuk menuju kualitas hidup yang jauh lebih baik. COACHING akan memfasilitasi kamu untuk tidak hanya mengarahkan hidup kamu dengan kebebasan untuk menantang […]

Comments are closed.