Page 1
Standard

6 Trik Aneh yang Bisa Mendongkrak Kemampuan Otak

Jakarta Pikiran mengawang ketika rapat penting sedang berlangsung, lupa memberi makan hewan peliharaaan, atau tanpa sengaja menyimpan ponsel di dalam kulkas. Tentu tidak ada seorang pun yang ingin mejadi alpa atau lupa.

Sesekali, kabut memang muncul lantas mengaburkan memori dalam otak. Namun, bukan berarti masalah itu tidak bisa dielakkan.

Dengan berlatih beberapa trik pendongkrak memori, otak bisa berkembang menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya. Seperti dilansir ABC News dan ditulis pada Senin (24/3/2014), inilah beberapa trik sederhana yang diyakini bisa membuat otak lebih pintar.  Continue Reading →

Standard

Discourse on the Five Ways of Putting an End to Anger

I heard these words of the Buddha one time when he was staying in the Anathapindika Monastery in the Jeta Grove near the town of Shravasti.

One day the Venerable Shariputra said to the monks, “Friends, today I want to share with you five ways of putting an end to anger. Please listen carefully and put into practice what I teach.”

The bhikshus agreed and listened carefully.

The Venerable Shariputra then said, “What are these five ways of putting an end to anger? Continue Reading →

Standard

Kenapa mendengar/melihat apa adanya penting?

There are frames-by-inference in everything we think and say atau terjehamahan dari google translate adalah “Ada kerangka berpikir yang berdasarkan kesimpulan dalam semua yang kita pikirkan dan katakan.”

Kata-kata diatas merupakan satu dari beberapa presupposition Neuro-Semantics ( oh ya.. selain NLP punya presupposition, di Neuro-Semantics, kita juga punya beberapa presuppositions)

Dengan presuppositions diatas, membuat saya menyadari apa yang terjadi ketika saya melihat dan mendengarkan orang lain ataupun sebuah situasi dalam proses coaching. Presuppositions diatas mengingatkan saya akan kenapa asumsi-asumsi begitu gampang terjadi, dan kemudian hal ini yang membuat saya tidak melihat dan mendengarkan apa adanya, tetapi malah terjebak dalam kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman saya. Continue Reading →

Standard

Self-Leadership.. So What??

Memimpin diri sendiri… untuk apa sih memimpin diri sendiri? Kok ribet amat sampai perlu memimpin diri sendiri?

1 hal yang saya percaya dalam kehidupan ini adalah, setiap hari kita dikasih kehidupan untuk menghidupi sesuatu, apakah menghidupi keluarga kita, menghidupi perusahaan kita, menghidupi pekerjaan kita, menghidupi potensi-potensi diri kita, menghidupi karya-karya kita, menghidupi orang dan lingkungan sekitar kita, dll. Karena ada proses menghidupi inilah kita menjadi hidup.  Continue Reading →

Standard

Kelola Perasaan anda, sebelum perasaan anda menguasai anda.

Kelola Perasaan anda, sebelum perasaan anda menguasai anda.

Perasaan yang menjadi emotion yang melandasi kita dalam membuat keputusan, dan perasaan itu memiliki dua sisi, sisi yang memberdayakan dan sisi yang tidak memberdayakan, dan kita tidak dapat memilih hanya mau sisi perasaan yang menyenangkan dan memberdayakan saja. Bila yang mau mengalami hanya perasaan yang menyenangkan saja, seringkali berujung pada kecanduan pada sesuatu, atau paling parah adalah mengakhiri hidupnya. Dan perasaan bila tidak kita waspadai dapat membunuh, seperti orang yang bunuh diri hanya karena diputusin pacarnya. Continue Reading →

Standard

Focus Power

Focus Power

“Focus is the quintessential component

of superior performance in every activity,

no matter what the level of skill or the age of the performer.”

Timothy Gallwey, The Inner Game of Tennis

L. Michael Hall, Ph.D.

Focus-power is special. It is magical. And when you have it, you have that which gives you “genius” or mastery or joy. Focus power is being able to stay focused on what you’re doing when you’re doing it. That sounds simple enough, does it? So focus must be a simple matter, right? We wish it were. Continue Reading →

Standard

CERITA BERSAMBUNG

CERITA BERSAMBUNG

dari ‘I Like Monday’ Newsletter, dapat di subscribe di www.yorissebastian.com

Hari Minggu yang lalu tanggal 9 Februari 2014, saya mendapat kehormatan untuk hadir di 25 Tahun Silver Wedding Anniversary Ibu Elisa dan Bapak Rhenald Kasali.  Selain bertemu banyak kenalan lama dan tentunya kenalan baru, saya mendapatkan souvenir keren yaitu sebuah buku “Rhenald Kasali di mata Elisa”.  Buku ini hanya untuk yang hadir dan tidak dijual secara umum di toko buku. Continue Reading →

Standard

Mandela’s relationship to time

I’ll begin with Mandela’s relationship to time as a concept and as a mechanism of leadership. I find this a fascinating aspect of his leadership and one so needed today. In the book, Mandela’s Way (2012), Stengel says that Mandela was “disciplined about time.” Knowing that history was not made overnight and that today’s racism and repression had been incubated over centuries if not longer, with that awareness he knew that it would take time to undo it. In conclusion Stengel wrote this:

“Mandela is a long-distance runner, a long-distance thinker.” (p. 173)
“Mandela thought in terms of history. And of course, history is the long run.” Continue Reading →

Standard

THE 7 PRACTICES OF PEAK LEADERSHIP

THE 7 PRACTICES OF PEAK LEADERSHIP

By Chip Conley

(author “PEAK: How Great Companies Get their Mojo from Maslow”)

http://www.peakorganizations.com/

Why don’t we “practice” business? I’ve come to realize that – unlike medicine and law – we don’t think of our profession as business leaders as a “practice.” A few years ago, in the last downturn, I developed the principles of PEAK as an alternative operating model for my business based upon Abraham Maslow’s iconic Hierarchy of Needs pyramid. Reinterpreting this well-known theory of human motivation helped me to see that all stakeholders associated with a company have their own Hierarchy of Needs.  Continue Reading →