Page 1
Standard

Saya

 

wa17

Keadaan akan datang adalah hasil dari bagaimana kita meresponse terhadap keadaan yang muncul saat ini. Jadi bila saat ini keadaan belum memberikan apa yang anda harapkan, maka kita perlu mempelajari keadaan tersebut dan sadari apa yang belum saya lakukan dalam menghadapi keadaan tersebut, sehingga keadaan tersebut belum berubah.

Standard

Di vs Me

wa14Kalau dalam keseharian kita maunya dan berharap dipahami terus oleh orang lain.. memang akan membuat kita sangat nyaman.. namun waspadalah pada saat anda sudah terlalu nyaman dipahami.. :)

 

 

 

Gallery

Komunikasi VS Persepsi

komunikasi vs persepsi

When communicating, are we communicating or arguing about our perception? Communicating is about to understand and in the return we will be understood. So the first thing is we need to understand the perception of others and also ourselves. and most of the time our perception are wrong than being right. That is why it is easier to mis-communication than have a good communication.

Standard

Meta Ignoring

Berikut saya forwardkan tulisan dari seorang Meta-Masters Practitioner yang cukup meng-inspirasi. Selamat menikmati :-)
Meta Ignoring
Kita adalah meaning maker. Sejak bangun tidur, berangkat kerja, di tempat kerja sampai kembali tidur  kita membuat makna. Ketika terlambat bangun kita memberi makna, ketika di jalan ada pengendara lain yang tiba-tiba memotong jalan kita, kita memberi makna,  ketika ada orang menatap kita, dan ketika kurang tidur kita memberi makna kepada kurang tidur kita. Bahkan di dalam mimpipun kita membuat makna. Terbukti di dalam mimpi kita bisa merasa takut, senang, enak, penasaran, kecewa, dll, itu karena makna yang  kita berikan. Continue Reading →
Standard

emosi

Emosi-lah yang membuat kita bahagia, sedih, marah, santai, senang, takut, netral, dll. Emosi juga yang membuat kita mau melakukan sesuatu atau tidak. Emosi juga dapat membuat kita sehat atau sakit.

Banyak hal yang dapat emosi lakukan terhadap diri kita, sehingga satu kecerdasan yang sangat penting untuk kita latih adalah kecerdasan kita dalam mengelola emosi.

Agar kita yang mengelola emosi, bukan kita yang dikelola oleh emosi.